Pulau Jawa merupakan wilayah dengan aktivitas seismotektonik kompleks akibat interaksi antara subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Sunda serta keberadaan sejumlah sesar aktif di daratan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran seismisitas dan mekanisme fokal gempa bumi di kawasan Jawa Timur sebagai kajian awal untuk memahami pola tektonik regional. Data yang digunakan meliputi katalog ISC-EHB (1964–2021), BMKG (2009–2021), serta data moment tensor dari GCMT (1976–2022). Setelah proses penyaringan dan penggabungan, sebanyak 13.782 kejadian gempa dianalisis berdasarkan distribusi spasial, kedalaman, serta penampang vertikal per interval 1° bujur. Hasilnya menunjukkan pola seismisitas yang mengikuti geometri subduksi Indo-Australia, membentuk zona Wadati–Benioff dengan kemiringan slab curam ke arah utara–timur laut hingga kedalaman ~600 km. Variasi seismisitas antar lintasan mengindikasikan adanya kemungkinan slab tear dan zona seismic gap pada segmen tengah. Mekanisme fokal memperlihatkan dominasi thrust fault di zona megathrust, sementara wilayah daratan didominasi sesar strike-slip dan oblique-slip yang berkaitan dengan Sesar Kendeng Timur, Probolinggo, dan Blitar. Temuan ini mengonfirmasi bahwa deformasi tektonik di Jawa Timur dipengaruhi oleh kombinasi proses subduksi dan aktivitas sesar lokal, yang penting untuk pemodelan bahaya seismik dan mitigasi bencana gempa bumi di wilayah ini.
Copyrights © 2026