Penelitian ini mengevaluasi manajemen Dana Desa yang dialokasikan untuk pengembangan fasilitas pariwisata di area Kumele Lakua, Desa Banabungi, sebagai upaya peningkatan ekonomi lokal. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat desa dan masyarakat, observasi lapangan, serta analisis dokumen perencanaan desa. Analisis data dilakukan dengan model interaktif, serta kerangka evaluasi yang mencakup kesesuaian (suitability), efektivitas (effectiveness), efisiensi (efficiency), dan keberlanjutan (sustainability). Temuan menunjukkan kesesuaian program yang tinggi berkat perencanaan partisipatif dan selaras dengan prioritas desa, serta efisiensi optimal pada implementasi fisik melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan semangat gotong royong. Namun, efisiensi tata kelola terhambat oleh minimnya transparansi, dibuktikan dengan ketiadaan papan informasi publik anggaran Dana Desa. Dari sisi efektivitas, peningkatan ekonomi belum signifikan karena objek wisata belum memiliki sistem retribusi resmi yang berkontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Desa, serta utilisasi fasilitas oleh pelaku usaha lokal masih terbatas. Potensi keberlanjutan program cukup baik, didukung kegiatan pemeliharaan rutin dan partisipasi masyarakat tinggi, meskipun terancam oleh sengketa lahan. Studi menyimpulkan bahwa manajemen Dana Desa pada pengembangan pariwisata Banabungi umumnya baik dalam aspek fisik dan partisipatif, namun memiliki kelemahan serius pada akuntabilitas dan manfaat ekonomi. Direkomendasikan peningkatan transparansi anggaran, inovasi atraksi pariwisata, serta penguatan kelembagaan untuk pembentukan sistem retribusi yang legitim.
Copyrights © 2026