Kecepatan dan arah angin berperan penting dalam keselamatan operasional penerbangan, khususnya di bandara. Keakuratan sistem pemantauan cuaca sangat krusial dalam memastikan pesawat dapat beroperasi dengan aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola kecepatan dan arah angin di Yogyakarta International Airport (YIA) menggunakan data dari Automated Weather Observing System (AWOS) dan Light Detection and Ranging (LiDAR). Analisis dilakukan dengan metode statistik Pearson Product Moment untuk menghitung korelasi antara kedua sistem. Pemetaan pola angin menggunakan diagram windrose, sedangkan potensi wind shear dianalisis berdasarkan perubahan signifikan dalam kecepatan dan arah angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LiDAR lebih sensitif terhadap perubahan atmosfer dibandingkan AWOS, yang lebih stabil untuk pemantauan jangka panjang. Koefisien korelasi kecepatan angin antara AWOS dan LiDAR sebesar r = 0,8657 menunjukkan hubungan yang kuat. Potensi wind shear terbesar terjadi pada bulan Agustus, terutama di Runway 29 akibat pola angin dominan dari Tenggara. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemantauan yang lebih presisi serta kebijakan mitigasi risiko yang lebih baik guna meningkatkan keselamatan penerbangan dan mengurangi potensi gangguan operasional.
Copyrights © 2026