Analisis crosswind dan tailwind di Bandara YIA (Yogyakarta Interational Airport) menggunakan data NASA POWER bertujuan untuk mengklasifikasikan persentase kejadian angin, menentukan jenis pesawat yang layak beroperasi, dan mengevaluasi kemungkinan penambahan jam operasional. Data arah dan kecepatan angin (Maret 2020–Desember 2024) diolah menggunakan metode perhitungan komponen angin serta diklasifikasikan dalam beberapa kelas kecepatan angin berdasarkan skala Beaufort. Analisis mencakup persentase kejadian tailwind dan crosswind terhadap ambang batas operasional pesawat serta pola tren siang-malam untuk mempertimbangkan penambahan jam operasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa tailwind dominan pada 7–11 knot dan crosswind pada 1–7 knot. Runway 11 mengalami tailwind 11,49% dan right-crosswind 42%, sedangkan Runway 29 mengalami tailwind 43,83% dan left-crosswind 42%. Toleransi terhadap angin bervariasi, Tailwind aman hingga 10 knot, tetapi di atas 15 knot tidak layak terbang. Crosswind membatasi pesawat kecil di atas 12 knot, sementara pesawat besar masih beroperasi hingga 33 knot. Di atas 38 knot, seluruh pesawat tidak layak terbang. Penambahan jam operasional malam hari dapat dipertimbangkan kecuali bagi pesawat dengan toleransi angin rendah.
Copyrights © 2026