Penelitian ini mengkaji utang luar negeri dan kebijakan fiskal Indonesia. Belanja pemerintah mewakili kebijakan fiskal dalam penelitian ini, sedangkan utang luar negeri dihitung sebagai persentase dari PDB. Data deret waktu sekunder Bank Dunia yang mencakup periode 2010–2024 digunakan. IBM SPSS Statistics digunakan untuk analisis regresi linier sederhana. Asosiasi positif antara belanja pemerintah dan utang luar negeri tidak signifikan secara statistik. Nilai signifikansi uji-t sebesar 0,191 melebihi 0,05. Uji F juga menunjukkan bahwa model regresi tersebut dapat diabaikan dengan nilai signifikansi 0,191. Skor R² sebesar 0,128 menunjukkan bahwa kemampuan model untuk menjelaskan perubahan utang luar negeri masih terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal melalui belanja pemerintah tidak mendorong utang luar negeri Indonesia. Untuk mendapatkan hasil yang lebih lengkap, faktor-faktor yang lebih relevan harus ditambahkan ke dalam penelitian.
Copyrights © 2026