Perubahan lingkungan industri manufaktur yang semakin dinamis menuntut organisasi untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis karyawan, tetapi juga memahami faktor psikologis yang memengaruhi efektivitas pengembangan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran persepsi karyawan terhadap program pelatihan sebagai determinan kinerja karyawan. Novelty penelitian ini terletak pada penekanan persepsi karyawan sebagai mekanisme kognitif yang menjembatani efektivitas pelatihan dengan hasil kinerja, yang masih relatif terbatas dikaji secara empiris dalam konteks perusahaan manufaktur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori terhadap 30 karyawan yang telah mengikuti program pelatihan. Variabel persepsi pelatihan diukur melalui dimensi kesesuaian materi, metode, kualitas instruktur, dan manfaat pelatihan, sedangkan kinerja karyawan diukur melalui produktivitas, kualitas kerja, ketepatan waktu, dan kemampuan adaptasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang sangat tinggi (Cronbach’s Alpha > 0,90). Analisis regresi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara persepsi pelatihan dan kinerja karyawan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 99,6%. Namun, temuan ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati, mengingat potensi bias metodologis seperti ukuran sampel yang terbatas, kemungkinan redundansi item, serta penggunaan data self-report yang berisiko menimbulkan common method bias. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan pentingnya persepsi karyawan sebagai faktor yang memperkuat efektivitas pelatihan. Secara praktis, hasil ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya bergantung pada desain program, tetapi juga pada bagaimana pelatihan tersebut dipersepsikan oleh karyawan. Penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan model yang lebih komprehensif dan penggunaan desain metodologis yang lebih kuat pada studi selanjutnya untuk menguji konsistensi temuan.Kata kunci: persepsi karyawan, program pelatihan, kinerja karyawan, perusahaan manufaktur
Copyrights © 2026