Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BI Rate dan inflasi terhadap return saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) selama periode 2019–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data sekunder berupa data tahunan yang diperoleh dari harga saham yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia, serta data BI Rate dan inflasi yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, BI Rate memiliki koefisien regresi sebesar -2,548 dengan nilai signifikansi 0,184, yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa BI Rate tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham PT BCA dalam periode tersebut, meskipun arah hubungan menunjukkan pengaruh negatif. Sebaliknya, variabel inflasi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, dengan koefisien regresi sebesar 10,985 dan nilai signifikansi 0,011. Artinya, setiap kenaikan 1% inflasi berpotensi meningkatkan return saham PT BCA sebesar 10,985%, yang menunjukkan bahwa perusahaan mampu menyesuaikan strategi dan menjaga profitabilitas di tengah tekanan inflasi. Secara simultan, hasil uji ANOVA (uji F) menunjukkan bahwa BI Rate dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap return saham, dengan nilai F hitung sebesar 51,708 dan signifikansi 0,019. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,981 menunjukkan bahwa 98,1% variasi return saham dapat dijelaskan oleh BI Rate dan inflasi secara bersama-sama, sementara 1,9% dipengaruhi oleh variabel lain. Dengan demikian, meskipun pengaruh BI Rate secara individu tidak signifikan, secara keseluruhan BI Rate dan inflasi merupakan faktor makroekonomi penting yang berpengaruh terhadap return saham PT BCA dan dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.Kata Kunci: BI Rate, Inflasi, Return SahamKata Kunci: BI Rate, Inflasi dan Return Saham
Copyrights © 2026