Latar Belakang: LKSA Yatim Muhammadiyah Purworejo memanfaatkan jaringan komputer dan internet untuk pembelajaran, administrasi, serta layanan fotokopi. Namun, belum adanya manajemen bandwidth menyebabkan distribusi kecepatan internet tidak merata dan koneksi kurang stabil, terutama saat lalu lintas padat, sehingga layanan penting terganggu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menerapkan Quality of Service (QoS) dengan teknik Per Connection Queue (PCQ) guna meningkatkan pemerataan dan stabilitas koneksi internet. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan Network Development Life Cycle (NDLC) yang mencakup analisis, desain, simulasi, implementasi, monitoring, dan manajemen. Jaringan dibagi ke dalam tiga subnet: laboratorium, tata usaha, dan fotokopi. Konfigurasi dilakukan pada router Mikrotik dengan PCQ classifier, mangle rules, serta prioritas untuk aplikasi penting. Pengujian dilakukan sebelum dan sesudah penerapan menggunakan Speedtest dan parameter QoS (throughput, packet loss, delay, jitter) berdasarkan standar TIPHON. Hasil: Sebelum penerapan QoS, ruang fotokopi mendominasi penggunaan bandwidth dengan unduh 29,35 Mbps, sedangkan laboratorium dan tata usaha hanya 8,10 Mbps dan 6,97 Mbps. Setelah penerapan, distribusi bandwidth lebih merata dengan hasil fotokopi 1,94 Mbps, laboratorium 2,51 Mbps, dan tata usaha 3,95 Mbps. Parameter QoS juga membaik dengan throughput lebih seimbang, packet loss mendekati 0%, delay rendah (0,96–1,02 ms) dan jitter stabil. Kesimpulan: Penerapan QoS melalui PCQ terbukti efektif menjaga kualitas jaringan sesuai standar TIPHON.
Copyrights © 2026