Kasus hipertensi pada Calon Jemaah Haji di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2024 tercatat 359 kasus. Pola makan tinggi lemak dan natrium berkontribusi terhadap meningkatnya hipertensi, terutama pada lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh asupan garam dan buah pir terhadap perubahan tekanan darah pada calon jemaah haji dengan hipertensi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi-eksperimen four group pretest–posttest. Sampel 80 orang dipilih secara purposive dari 179 jemaah. Intervensi meliputi Sudah diperbaikiasupan garam 5 g/hari (20 orang), buah pir 200 g/hari (20 orang), serta dua kelompok kontrol (40 orang). Hasil menunjukkan intervensi garam menurunkan tekanan sistolik dari 153,80 menjadi 143,75 mmHg (95% CI: 139,96 - 147,54) dan diastolik dari 88,50 menjadi 82,25 mmHg (p=0,000) (95% CI: 79,57 - 84,93). Konsumsi buah pir lebih efektif, menurunkan sistolik dari 158,90 menjadi 147,00 mmHg (95% CI: 143,25 – 150,75) dan diastolik dari 89,50 menjadi 80,75 mmHg (p=0,000) (95% CI: 79,18 – 82,32). Analisis post hoc menunjukkan pengurangan garam menurunkan tekanan darah 6,70 mmHg, sedangkan konsumsi buah pir menurunkan 8,50 mmHg. Disarankan mengurangi asupan garam serta rutin mengonsumsi buah pir sebagai strategi sederhana dan alami dalam mengontrol hipertensi.
Copyrights © 2026