Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. Penggunaan insektisida sintetis secara terus-menerus berdampak negatif terhadap lingkungan dan menimbulkan resistensi vektor, sehingga diperlukan alternatif larvasida nabati yang lebih aman. Namun studi mengenai efek histopatologi Gracilaria sp. terhadap larva Anopheles masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat mortalitas, menentukan nilai LC₅₀, serta mendeskripsikan perubahan morfologi dan histopatologi larva Anopheles sp. instar III setelah paparan ekstrak metanol Gracilaria sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak metanol Gracillaria sp. (0,5%; 0,75%; 1%; 1,2%; serta kontrol akuades) dan masing-masing lima ulangan. Data mortalitas dianalisis menggunakan Probit untuk menentukan LC₅₀ serta untuk mengetahui perbedaan mortalitas larva antar perlakuan, data diuji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Tukey Honestly Significant Difference (HSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai LC₅₀ ekstrak metanol sebesar 0,81%. Mortalitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1,2%, yaitu sebesar 94,4%. Pengamatan histopatologi menunjukkan terjadinya disorganisasi epitel usus, degenerasi sel, serta perubahan lumen pada usus tengah larva. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak Gracilaria sp. tidak hanya efektif sebagai larvasida, namun juga memberikan bukti ilmiah mekanisme mengenai kerusakan jaringan larva, sehingga memperkuat potensinya sebagai biolarvasida yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2026