Penelitian ini berupaya untuk mengkaji dampak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Koefisien Gini, tingkat pengangguran, dan Upah Minimum Kabupaten (DMW) terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten Provinsi Jawa Tengah selama jangka waktu 2021—2024. Metodologi yang digunakan terdiri dari regresi data panel menggunakan kerangka Fixed Effect Model (FEM), sebagaimana ditentukan oleh hasil Tes Chow dan Tes Hausman. Analisis ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Statistik Pusat, yang mencakup kumpulan data komprehensif dari 140 pengamatan. Temuan investigasi ini mengungkapkan bahwa IPM memberikan pengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap kemiskinan, sedangkan Koefisien Gini dan DMW menunjukkan dampak positif dan signifikan. Sebaliknya, tingkat pengangguran ditemukan tidak signifikan secara statistik. Secara kolektif, semua variabel terbukti mempengaruhi kemiskinan. Hasil ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kualitas pembangunan manusia dan distribusi pendapatan yang adil sebagai mekanisme untuk mengurangi kemiskinan regional.
Copyrights © 2026