Abstract: Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak pada peningkatan masalah kesehatan, khususnya penyakit kulit akibat paparan air tercemar, lingkungan lembap, serta keterbatasan sanitasi. Kondisi ini memerlukan intervensi yang cepat, efektif, dan mudah diterapkan oleh masyarakat terdampak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemanfaatan bahan herbal dalam mengatasi penyakit kulit pasca banjir. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dengan desain pretest–posttest pada 50 responden di wilayah terdampak banjir. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan (koordinasi, perizinan, dan penyusunan instrumen), pelaksanaan (edukasi PHBS, pemanfaatan lidah buaya dan daun sirih, serta pemeriksaan dan pemberian salep), dan evaluasi (penilaian struktur, proses, dan output melalui hasil pretest dan posttest). Hasil menunjukkan bahwa 90% responden mengalami keluhan kulit. Pengetahuan PHBS meningkat dari kategori kurang (90%) menjadi baik (82%), sedangkan pengetahuan penggunaan bahan herbal meningkat dari 0% menjadi 86%. Kesimpulan: Program Gerakan Cepat Tanggap Gatal (GerCep Gatal) efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan penanganan penyakit kulit, serta berpotensi menjadi model intervensi berbasis komunitas yang praktis dan aplikatif pada kondisi pasca bencana.
Copyrights © 2026