Sektor bangunan gedung merupakan salah satu kontributor utama konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Meskipun beberapa gedung telah menerapkan langkah efisiensi energi, implementasinya sering kali belum berbasis analisis investasi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil konsumsi energi, mengidentifikasi potensi penghematan, serta mengevaluasi kelayakan finansial melalui pendekatan Investment Grade Energy Audit (IGEA) pada sebuah gedung perkantoran di Jakarta Timur. Metode yang digunakan meliputi analisis data historis konsumsi listrik tahun 2021–2023, pengukuran kualitas daya menggunakan Power Quality Analyzer, perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE), simulasi kinerja termal selubung bangunan melalui parameter Overall Thermal Transfer Value (OTTV), serta analisis kelayakan finansial menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan IKE dari 107,62 menjadi 130,85 kWh/m²/tahun, dengan sistem tata udara menyumbang 78% dari total konsumsi energi. Simulasi menunjukkan bahwa pemasangan glass coat menurunkan nilai OTTV dari 44,72 menjadi 37,57 W/m². Secara finansial, proyek ini menghasilkan IRR sebesar 16,8%, nilai NPV sebesar Rp2.315.487.620, dan periode pengembalian investasi selama 6,14 tahun, sehingga dinilai layak untuk diimplementasikan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan IGEA efektif dalam mendukung keputusan investasi efisiensi energi berbasis analisis teknis dan ekonomis.
Copyrights © 2026