Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persistensi ketidakefektifan Sistem Pengendalian Intern (SPI) dalam penganggaran dana desa melalui pendekatan dramaturgi, dengan menelusuri kesenjangan antara desain pengendalian formal (backstage) dan praktik implementasi aktual (front stage). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus di Kabupaten Karanganyar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis data mengintegrasikan kerangka dramaturgi Erving Goffman, model COSO ICS , serta konsep Cultural Accountability. Hasil penelitian mengidentifikasi dua bentuk kegagalan utama, yaitu backstage failure yang tercermin dari lemahnya penilaian risiko dan rendahnya komitmen integritas, serta front stage disconnect yang ditunjukkan oleh perbedaan antara kepatuhan administratif dan akuntabilitas substantif. Meskipun prosedur formal menampilkan transparansi dan kepatuhan, praktik tersembunyi masih melemahkan efektivitas pengendalian. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa kearifan lokal, yang terwujud dalam praktik musyawarah dan nilai malu, berperan sebagai moderator kultural yang mampu memperkecil kesenjangan kepatuhan, memperkuat lingkungan pengendalian, dan mendorong akuntabilitas yang lebih autentik. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian tata kelola keuangan publik dengan mengaplikasikan perspektif dramaturgi serta memperkenalkan Cultural Accountability sebagai konstruk moderasi dalam efektivitas SPI. Secara praktis, penelitian ini mengusulkan Model Tata Kelola Dana Desa yang Terintegrasi dan Berkelanjutan dengan menginternalisasi kearifan lokal ke dalam desain dan implementasi SPI guna meminimalkan potensi fraud, meningkatkan transparansi, dan memperkuat pemberdayaan masyarakat. Keterbatasan penelitian ini terletak pada konteks wilayah yang spesifik dan pendekatan kualitatif, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan studi komparatif dan pendekatan kuantitatif atau mixed methods guna memperkuat generalisasi temuan.
Copyrights © 2026