Perkembangan sektor ritel menunjukkan perubahan signifikan akibat digitalisasi dan meningkatnya persaingan dari ritel modern serta platform daring. Kondisi ini menekan keberlangsungan ritel lokal, khususnya UMKM, yang memiliki keterbatasan sumber daya. Di wilayah non-metropolitan seperti Kabupaten Pacitan, ritel lokal masih memiliki peluang bertahan, namun keberhasilannya semakin ditentukan oleh kemampuan menyediakan produk yang relevan, kualitas layanan, serta lokasi usaha yang strategis. Meskipun berbagai studi telah membahas perilaku konsumen ritel, penelitian yang berfokus pada konteks ritel lokal dengan integrasi ketiga faktor tersebut masih terbatas. Selain itu, penggunaan kerangka Theory of Planned Behavior dalam menjelaskan keputusan berkunjung pada ritel lokal belum banyak dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketersediaan produk, kualitas layanan, dan lokasi bisnis terhadap keputusan berkunjung konsumen.
Copyrights © 2026