Perkembangan teknologi informasi mendorong peningkatan transaksi non-tunai di Kota Padang, termasuk penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Generasi Z dikenal sebagai digital native yang adaptif terhadap inovasi pembayaran elektronik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Social Influence terhadap niat menggunakan QRIS pada generasi Z Padang, serta menguji peran gender sebagai variabel moderasi. Kuesioner skala Likert disebarkan kepada 140 responden generasi Z, dan data hasilnya dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Social Influence berpengaruh positif signifikan terhadap niat menggunakan QRIS, dengan Effort Expectancy memiliki pengaruh terbesar. Analisis moderasi mengungkapkan perbedaan berdasarkan gender: pada responden perempuan, Effort Expectancy dan Social Influence lebih dominan memengaruhi niat, sedangkan Performance Expectancy tidak signifikan; sebaliknya pada responden laki-laki, ketiga variabel tersebut sama-sama signifikan. Temuan ini memperkuat kerangka UTAUT dalam konteks teknologi pembayaran digital dan menegaskan pentingnya mempertimbangkan faktor gender. Secara keseluruhan, persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial terbukti krusial dalam membentuk niat generasi Z menggunakan QRIS, sehingga strategi peningkatan adopsi QRIS perlu disesuaikan dengan karakteristik pengguna.Kata Kunci: penerimaan teknologi, adopsi inovasi, transaksi nontunai, preferensi pengguna
Copyrights © 2026