Bangsa Indonesia kembali menyelenggarakan Pemilihan Umum pada tahun 2024. Sebelum memasuki tahap pemungutan suara, publik akan menilai paparan visi misi tiap kandidat dalam debat. Pada pelaksanaan pemilu 2024 ini pertama kali dilangsungkan debat calon wakil presiden. Ada tiga calon wakil presiden yang ikut dalam pelaksanaan debat ini yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka dan Mahfud MD. Menarik untuk melihat kemampuan retorika dari ketiga kandidat ini. Tulisan ini mengkaji retorika politik visual dan verbal yang ditampilkan oleh tiga calon wakil presiden khususnya pada debat keempat menggunakan pendekatan aristotelian untuk menelisik lebih dalam terkait retorika visual dan verbal dari ketiga calon wakil presiden. Metode yang digunakan adalah kualititatif deskriptif. Sumber data diambil dari video yang tayang di channel Youtube TVRI Nasional. Hasil penelitian menunjukkan tiap kandidat memiliki keunggulan masing-masing di tiap dimensi ethos, pathos dan logos. Muhaimin Iskandar menonjol dari segi ethos jika dilihat pada gesturnya yang tegas dan argumen yang dibawakan kontekstual, Gibran pada aspek pathos menekankan kedekatan emosional dengan audiens muda dan mencoba pendekatan humor untuk meraih simpati. Mahfud MD dapat dikatakan memiliki aspek logos yang kuat karena argumen logisnya yang kuat didukung data dan penalaran akademis. Selain tiga elemen retorika aristoteles yang sudah ditunjukkan dari hasil penelitian aspek yang tidak kalah pentingnya adalah orisinalitas. Publik menginginkan pemimpin yang memiliki gaya yang orisinil dan otentik dalam menentukan arah bangsa Indonesia di masa depan.
Copyrights © 2026