Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang kompleks dan keberhasilannya ditentukan oleh tiga parameter utama, yaitu biaya, mutu, dan waktu. Dalam praktiknya, keterlambatan proyek masih sering terjadi akibat kurang optimalnya perencanaan penjadwalan, khususnya dalam pengaturan hubungan keterkaitan antar pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hubungan keterkaitan pekerjaan pasangan dinding terhadap durasi proyek konstruksi bangunan gedung serta menentukan model hubungan yang paling efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan perbandingan dua model penjadwalan, yaitu permodelan 1 (pekerjaan pasangan dinding dilakukan setelah pembongkaran bekisting) dan permodelan 2 (pekerjaan pasangan dinding dilakukan setelah seluruh pekerjaan struktur selesai). Data yang digunakan berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan time schedule proyek yang kemudian dianalisis menggunakan metode jaringan kerja dan lintasan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permodelan 1 menghasilkan durasi proyek sebesar 147 hari, sedangkan permodelan 2 sebesar 161 hari, sehingga terdapat selisih waktu sebesar 14 hari. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan hubungan keterkaitan pekerjaan yang lebih dinamis dan bertahap mampu meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan proyek secara signifikan. Selain itu, meskipun jumlah aktivitas pada lintasan kritis sama, terdapat perbedaan struktur lintasan kritis pada kedua model. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penempatan hubungan keterkaitan pekerjaan pasangan dinding secara bertahap merupakan strategi yang lebih optimal dalam mempercepat durasi proyek. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam perencanaan penjadwalan proyek yang lebih efisien, serta merekomendasikan penerapan hubungan keterkaitan yang fleksibel dalam proyek konstruksi.
Copyrights © 2025