Penelitian ini mengevaluasi bahaya gempa di Pulau Bali dengan memperhitungkan sumber gempa lokal (fault) dan gempa dangkal (shallow background) menggunakan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Nilai Peak Ground Acceleration (PGA) dari fault lokal untuk periode ulang 500 tahun berkisar 0,02–0,20 g dan untuk periode ulang 2500 tahun berkisar 0,05–0,30 g. Sementara itu, sumber gempa Shallow Background menghasilkan PGA 0,02–0,30 g untuk periode ulang 500 tahun dan 0,30–0,60 g untuk periode ulang 2500 tahun. Hasil analisis menunjukkan wilayah selatan Bali memiliki PGA tertinggi akibat kombinasi kedua sumber gempa, sedangkan wilayah tengah dan utara memiliki PGA menengah hingga rendah, tetapi tetap signifikan. Integrasi kedua sumber gempa menghasilkan peta hazard yang lebih representatif, mendukung mitigasi risiko, perencanaan tata ruang, dan desain bangunan tahan gempa.
Copyrights © 2026