. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) merupakan perguruan tinggi di Surabaya yang mengalami perkembangan pesat, namun menghadapi tantangan dalam tatanan lahan yang tidak tertata dengan baik, penempatan bangunan yang kurang tepat , kurangnya sebaran kantin, serta letak parkiran yang belum efisien. Salah satu permasalahan utama adalah konfigurasi ruang kelas yang seragam sehingga tidak mampu mengakomodasi variasi jumlah mahasiswa, yang berdampak pada rendahnya tingkat pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi redesain ruang kelas dengan pendekatan arsitektur fungsional yang diintegrasikan dengan konsep adaptive dan modular. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak, studi preseden, observasi lapangan, serta pemrograman ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan permasalahan eksisting. Metode perancangan dilakukan melalui studi tapak, analisis preseden, observasi langsung, serta pemrograman ruang. Pendekatan arsitektur fungsional dipilih untuk menata ulang kampus secara modular dengan konsep open connectivity, sehingga ruang-ruang dapat beradaptasi terhadap kebutuhan pengguna yang dinamis.Tujuan dari redesain ini adalah menciptakan lingkungan kampus yang efisien, inklusif, dan mendukung aktivitas akademik serta sosial secara optimal, sekaligus memberikan kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan bagi seluruh civitas akademika. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan strategi perancangan ruang kelas yang fleksibel dan adaptif di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya dalam mengatasi ketidaksesuaian antara kapasitas ruang dan jumlah pengguna, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan penggunaan ruang dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026