Prevalensi batu ginjal pada anak dan remaja mengalami peningkatan sebesar 10–15% dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berkaitan dengan berbagai tantangan yang umum dihadapi remaja, seperti perubahan hormonal, pola makan tidak teratur, kurangnya konsumsi cairan yang cukup, serta tekanan emosional atau stres. Studi menunjukkan bahwa stres dapat memicu perubahan hormonal dan metabolik yang meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Namun, pengelolaan stres yang efektif dapat membantu mengurangi risiko tersebut. Pengelolaan stres bukan hanya aspek psikologis, tetapi bagian integral dari pendekatan holistik terhadap urolitiasis. Edukasi mengenai pengelolaan stress dan tanda bahaya urolithiasis dengan menggunakan media video animasi secara efektif menarik perhatian dalam menyampaikan informasi dan dapat meningkatkan kesadaran remaja dalam pengelolaan stress, perubahan gaya hidup sehat dan pengenalan tanda bahaya terjadinya urolthiasis. Edukasi dilakukan tanggal 12 Agustus 2025 dengan jumlah reposnden 35 orang di SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Berdasarkan hasil kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap pengelolaan stress dan tanda bahaya urolithiasis.
Copyrights © 2026