Rendahnya literasi budaya dan bahasa di Indonesia menghambat kualitas pendidikan serta kesiapan SDM menghadapi tantangan global. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi siswa melalui pendekatan deep learningyang kontekstual, berfokus pada penguatan identitas budaya Tengger dan nilai toleransi. Berbeda dengan metode pasif, deep learningmenghubungkan pengalaman hidup siswa dengan pengetahuan baru secara kritis dan reflektif. Kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 1 Sukapura ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan diskusi interaktif. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman lintas budaya, dari rerata 52,3 menjadi 78,6 (naik 50,3%). Siswajuga menunjukkan kemampuan metakognitif dalam menghubungkan cerita rakyat dengan isu toleransi antaragama. Dengan skala kesadaran budaya mencapai 4,35 dari 5, mayoritas siswa menunjukkan perubahan cara pandang positif terhadap budaya lain. Integrasi kearifan lokal terbukti efektif mengembangkan berpikir kritis, memperkuat identitas, dan meningkatkan kohesi sosial.
Copyrights © 2026