Keberlanjutan usaha manufaktur skala mikro sangat bergantung pada efisiensi pengelolaan struktur biaya produksi, di mana biaya tenaga kerja langsung sering kali menjadi komponen beban yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya tenaga kerja langsung terhadap laba pada unit usaha Fanswit di Sooko, Mojokerto. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan data operasional berupa biaya tenaga kerja, kapasitas produksi, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tenaga kerja langsung di Fanswit mencapai Rp24.000.000 per bulan, yang menyerap 60% dari total pendapatan kotor sebesar Rp40.000.000. Proporsi yang tinggi ini mengindikasikan kerentanan margin laba terhadap fluktuasi biaya operasional. Analisis sensitivitas membuktikan bahwa kenaikan upah tanpa peningkatan output secara signifikan menurunkan profitabilitas, sedangkan optimalisasi produktivitas melalui peningkatan volume produksi terbukti mampu menekan rasio biaya secara efisien tanpa mengurangi kesejahteraan karyawan.
Copyrights © 2026