Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode manajemen persediaan pada Perusahaan Sari Kedelai dengan metode Economic Order Quantity. Disamping itu penelitian ini juga membandingkan total biaya persediaan antara kebijakan Perusahaan dan metode EOQ. Penelitian ini merupakan studi kasus yang objeknya adalah usaha Sari Kedelai dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Metode yang digunakan adalah Economic Order Quantity dan Total Inventory Cost. Penelitian ini menemukan jumlah kuantitas ideal yang harus dipesan oleh Sari Kedelai dengan menggunakan metode EOQ adalah sebesar 58 Kg kedelai dengan frekuensi pemesanan 8 kali. Total Biaya Persediaan dengan menggunakan kebijakan Perusahaan adalah Rp 3.124.500 sedangkan dengan metode EOQ total biaya persediaan adalah Rp 1.042.836. Dengan metode EOQ Sari Kedelai dapat menghemat 66,62%.
Copyrights © 2026