Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gagasan dan pemikiran Ibrahim Datuk Tan Malaka mengenai pendidikan. Selain perannya dalam politik di era kemerdekaan awal, beliau juga meletakkan dasar pandangannya dalam pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan sumber primer dan sekunder. Sumber primer berfokus pada studi buku-buku dasar Tan Malaka, sedangkan sumber sekunder berfokus pada studi terbaru tentang pemikiran Tan Malaka dan hubungannya dengan kondisi sosial, pendidikan, dan politik di Indonesia. Teknik analisis data digunakan untuk mengolah data, dan untuk memastikan validitasnya menggunakan teknik triangulasi. Temuan penelitian ini adalah bahwa Tan Malaka menempatkan pendidikan tidak hanya sebagai instrumen untuk menjawab kebutuhan pasar akan sumber daya manusia, lebih dari itu, sebagai alat untuk membebaskan rakyat dari penindasan struktural dan feodalisme intelektual, dan beliau juga memandang nilai-nilai progresivisme (kebebasan) tidak hanya dalam aspek metode, tetapi juga struktur kekuasaan dan ideologi yang memiliki implikasi terhadap karakter pendidikan. Berbeda dengan beberapa tokoh pendidikan lainnya, Tan Malaka cenderung menekankan konteks nasionalisme, ketidakadilan sosial, dan cara berpikir yang ketinggalan zaman. Dalam aspek pendidikan kontemporer, gagasan Tan Malaka memberikan solusi dengan menekankan pendidikan yang berfokus pada pembentukan manusia yang berpikir mandiri, mempercepat transformasi struktural, dan memperkuat kesadaran kolektif terhadap kondisi sosial.
Copyrights © 2026