Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi operasional dan digitalisasi terhadap kinerja keuangan BPR Syariah di Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal untuk menguji hubungan antar variabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan BPR Syariah yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sumber terkait lainnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan arah negatif, yang berarti semakin rendah rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), maka semakin tinggi kinerja keuangan yang diproksikan באמצעות Return on Assets (ROA). Digitalisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, yang menunjukkan bahwa peningkatan adopsi teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi dan profitabilitas BPR Syariah. Secara simultan, efisiensi operasional dan digitalisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efisiensi operasional dan digitalisasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja keuangan BPR Syariah, sehingga diperlukan strategi terintegrasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan lembaga keuangan syariah di Indonesia
Copyrights © 2026