Urbanisasi pesat di wilayah peri-urban membawa transformasi lanskap sosial dan lingkungan yang signifikan, namun sering kali tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara dinamika urbanisasi dengan pola penyebaran penyakit menular baru pada komunitas peri-urban. Menggunakan metode campuran (mixed-methods) deskriptif dengan sampel 200 responden, data dikumpulkan melalui survei, wawancara mendalam, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan (p < 0,05) antara tingkat urbanisasi dengan peningkatan kasus penyakit menular seperti demam berdarah, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit berbasis air. Faktor pemicu utama meliputi peningkatan mobilitas penduduk, kepadatan hunian, serta perubahan tata guna lahan yang menciptakan habitat baru bagi vektor penyakit. Keterbatasan akses sanitasi dan infrastruktur kesehatan memperparah kerentanan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi kebijakan harus difokuskan pada perencanaan tata kota yang sensitif kesehatan serta penguatan sistem surveilans di wilayah transisi peri-urban.
Copyrights © 2025