Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program Posyandu dalam menurunkan angka stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Namora Sualon, Kabanjahe. Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, dan intervensi pada tingkat layanan kesehatan primer seperti Posyandu menjadi strategi penting dalam penanganannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed methods), dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis data sekunder dari rekam medis dan laporan kegiatan Posyandu tahun 2021–2023, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan kader Posyandu dan petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting sebesar 15% selama periode penelitian, dari 28% menjadi 13% pada balita yang rutin mengikuti kegiatan Posyandu. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap efektivitas program meliputi keterlibatan aktif kader, penyuluhan gizi yang berkelanjutan, dan peningkatan cakupan pemantauan pertumbuhan. Namun, ditemukan pula kendala seperti kurangnya sarana pendukung dan partisipasi masyarakat yang belum optimal di beberapa wilayah. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa program Posyandu di wilayah Puskesmas Namora Sualon, Kabanjahe terbukti cukup efektif dalam menurunkan angka stunting, meskipun masih diperlukan penguatan kapasitas dan dukungan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang lebih optimal.
Copyrights © 2025