Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan jaminan kesehatan terhadap akses layanan kesehatan primer di wilayah perkotaan dan pedesaan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei cross-sectional terhadap 400 responden di Jawa Tengah, data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Temuan utama menunjukkan bahwa pendapatan (p=0.000) dan kepemilikan jaminan kesehatan (p=0.001) merupakan prediktor paling signifikan terhadap kemudahan akses. Masyarakat berpendapatan tinggi memiliki peluang 3,1 kali lebih besar untuk mengakses layanan dibandingkan kelompok ekonomi rendah. Pendidikan berpengaruh signifikan (p=0.002), namun jenis pekerjaan hanya berdampak moderat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah berjalan, ketimpangan akses tetap terjadi akibat faktor ekonomi dan hambatan geografis di pedesaan. Pemerintah perlu mengintegrasikan kebijakan subsidi finansial dengan pemerataan infrastruktur fisik untuk mencapai keadilan kesehatan.
Copyrights © 2025