Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan telemedicine sebagai alternatif layanan kesehatan di daerah terpencil, dengan fokus pada persepsi, tantangan, dan dampaknya terhadap aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan, pasien, serta pengambil kebijakan di tiga wilayah terpencil di Indonesia, dan dianalisis menggunakan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telemedicine memberikan solusi signifikan terhadap keterbatasan akses layanan kesehatan, terutama dalam hal konsultasi medis, pemantauan kondisi kronis, dan efisiensi rujukan. Temuan penting lainnya mencakup peningkatan keterlibatan pasien dalam pengambilan keputusan medis serta pengurangan biaya transportasi dan waktu tempuh. Namun, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi, serta kendala regulasi menjadi hambatan utama dalam implementasi yang optimal. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa telemedicine memiliki potensi besar sebagai alternatif layanan kesehatan di daerah terpencil, namun keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan infrastruktur, kebijakan pemerintah, serta pelatihan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pemanfaatan telemedicine yang berkelanjutan dan inklusif.
Copyrights © 2025