Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara inflasi dan pendapatan nasional di Indonesia selama periode 2023–2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif serta korelasi sederhana untuk melihat hubungan antarvariabel secara lebih sistematis. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), meliputi tingkat inflasi dan Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai indikator utama pendapatan nasional. Selain itu, data pendukung lainnya juga digunakan untuk memperkuat hasil analisis yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inflasi di Indonesia berada pada kisaran moderat, yaitu antara 2,61% hingga 2,90%, yang mencerminkan kondisi harga yang relatif stabil dan terkendali. Pada periode yang sama, PDB dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun, yang mengindikasikan adanya perbaikan dalam aktivitas ekonomi nasional. Berdasarkan hasil analisis korelasi, ditemukan adanya hubungan positif antara inflasi dan pendapatan nasional, di mana inflasi yang terkendali mampu mendorong peningkatan konsumsi masyarakat serta investasi sektor riil. Temuan ini menunjukkan bahwa inflasi dalam batas moderat tidak selalu berdampak negatif, melainkan dapat menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi. Stabilitas inflasi juga berperan penting dalam menciptakan kepastian ekonomi bagi pelaku usaha dan investor, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan pengendalian inflasi yang tepat dan konsisten menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan peningkatan pendapatan nasional di Indonesia secara berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat
Copyrights © 2026