Era modern membawa tantangan besar bagi pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru serta tantangan yang dihadapi dalam pembinaan Islami, sekaligus mengevaluasi efektivitas model pendidikan Islam di pesantren Kecamatan Pelaihari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru dan ustaz/ustazah yang aktif dalam pembinaan keagamaan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik (mu’allim), pembimbing spiritual (murabbi), dan teladan moral (uswah hasanah) yang menanamkan nilai-nilai Islam melalui keteladanan dan pembiasaan. Tantangan utama yang dihadapi meliputi pengaruh media sosial, perubahan gaya hidup santri, serta kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat dalam menjaga konsistensi perilaku Islami. Namun, guru mampu beradaptasi dengan mengintegrasikan literasi digital Islami dan pendekatan pembinaan yang kontekstual. Kesimpulannya, keberhasilan pembinaan Islami di pesantren Pelaihari sangat bergantung pada kualitas dan keteladanan guru, inovasi metode pendidikan, serta sinergi antara pesantren, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi dinamika era modern.
Copyrights © 2025