Konflik dalam organisasi pendidikan merupakan interaksi alamiah yang tidak terhindarkan. Konflik dianggap sebagai masalah yang melemahkan dan menghambat efektivitas organisasi/lembaga, sehingga harus dicegah dan dihilangkan sebisa mungkin. Namun pada kenyataannya jika konflik dihadapi dan dikelola dengan baik maka bisa menjadi sumber kekuatan dan bahan pembelajaran, terlebih bagi kepemimpinan pendidikan yang mampu menjalankan kepemimpinan instruksional dengan tanggap. Artikel ini bertujuan mengkaji literatur konflik dalam organisasi pendidikan, studi kepemimpinan instruksional kontemporer, kajian nilai-resolusi konflik dalam tradisi Islam, serta menganalisis kasus terkait konflik berdasarkan pada teori yang sudah dikaji. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka dengan teknik analisis Miles dan Huberman serta analisis isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik dapat berfungsi sebagai sumber informasi instruksional, ruang refleksi profesional, dan penguat budaya syura (musyawarah), tiga aspek yang berkontribusi pada peningkatan kualitas supervisi akademik dan pembelajaran. Temuan konseptual ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan dimensi konflik secara konstruktif dalam praktik kepemimpinan instruksional di lembaga pendidikan Islam.
Copyrights © 2025