Latar belakang: Kebingungan pada remaja dan dewasa muda atas arah karir, menjadi entrepreneur atau menempuh jenjang karir (non entrepreneur), orientasi hidup, pandangan tentang standar kesuksesan, dengan memperhatikan minat dan bakat, serta harapan keluarga menjadi latar belakang penyusunan modul. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, usia 18–24 tahun merupakan penyumbang utama tingkat penggangguran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: mengembangkan Modul Integratif Clapreneur berbasis tauhid; menguji validitas dan kelayakan modul; serta mengetahui efektivitas modul dalam meningkatkan pemahaman dan aktualisasi minat, bakat, dan kreativitas peserta didik. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), yang pada tahap implementasi dan evaluasi menerapkan desain quasi-eksperimen dengan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata minat dan bakat lebih tinggi (88,60) dibandingkan kelas kontrol (65,56). Modul Clapreneur memfasilitasi peserta didik dalam mengenali, merefleksikan, dan mengaktualisasikan potensi diri secara lebih terarah. Dengan ini modul Clapreneur efektif dalam meningkatkan pemahaman dan aktualisasi minat dan bakat peserta didik secara autentik. Pada data kreativitas juga menunjukkan lebih tinggi (80,83) dibandingkan kelas kontrol (75,66). Didukung hasil uji Mann–Whitney terdapat perbedaan yang signifikan yaitu hasil utama Z = –4,942 dan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05. Maka H₀ ditolak dan Ha diterima, hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kreativitas peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan: Maka integrasi asesmen minat–bakat, pemetaan kelompok berbasis potensi, wawancara reflektif, dan nilai tauhid dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan career clarity dan orientasi hidup peserta didik.
Copyrights © 2026