Latar Belakang: Pasien di ruang intensif selain mengalami masalah biologis juga mengalamimasalah psikologis seperti kecemasan. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat mempengaruhihemodinamik serta mengganggu proses perawatan. Terapi non-farmakologis dapat menjadi pilihanuntuk mengatasi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensikeperawatan KoMoYas terhadap tingkat kecemasan pasien pasca operasi di ruang intensif. Metode: Penelitian ini menggunakan quasy experimental study. Metode sampling dengan consecutivesampling sebanyak 29 responden kelompok intervensi dan 29 responden kelompok kontrol. Hasil: Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan predan post-test baik pada kelompok intervensi maupun pada kelompok kontrol dengan nilai p-value0.000 (< 0.05). Penurunan nilai kecemasan terjadi lebih banyak pada responden kelompok intervensidibandingkan dengan kelompok kontrol, ditandai dengan selisih nilai mean (pre dan post) padakelompok intervensi sebesar 1.31 dan pada kelompok kontrol selisih nilai mean (pre dan post) sebesar0.45. Uji Mann Whitney dilakukan dengan hasil p value=0.000 (< 0.05). Kesimpulan: Terdapatperbedaan rerata kecemasan pre-test dan post-test antara kelompok intervensi dengan kelompokkontrol. Intervensi KoMoYas dikombinasikan dengan terapi non farmakologis lainnya dapat dengansignifikan menurunkan tingkat kecemasan.
Copyrights © 2024