Jurnal Keperawatan Kritis Indonesia
Vol 2 No 1 (2024)

STABILITY AND WORKLOAD INDEX FOR TRANSFER (SWIFT) SCORE DI ICU RUMAH SAKIT SWASTA BANDUNG: Stability and Workload Index for Transfer (Swift) Score in The Intensive Care Unit of A Private Hospital in Bandung

Maximillianus Fery Hidayat (Intensif Care Unit, Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung, Indonesia)
Monica Saptiningsih (Intensif Care Unit, Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung, Indonesia)
Lidwina Triastuti Listianingsih (Intensif Care Unit, Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung, Indonesia)
Nanis Sri Sutatik (Intensif Care Unit, Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung, Indonesia)
Dewi Kusumawati (Intensif Care Unit, Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2024

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya unplanned ICU readmmision di salah satu rumah sakit swasta Bandung. Data di rumah sakit swasta Bandung selama 1 tahun 13,27% lebih tinggi dari standar internasional 4-6%. Maka diperlukan alat ukur SWIFT Score untuk memprediksi unplanned ICU readmmision. SWIFT score merupakan model valid untuk memprediksi unplanned ICU readmission. Tujuan: Mengetahui berapa SWIFT score di ICU rumah sakit swasta Bandung. Metode: Kuantitatif, desain deskriptif dan pendekatan retrospektif. Instrumen berupa daftar tilik dengan berdasar pada variabel SWIFT score dari Gajic, 2008. Sampel penelitian menggunakan teknik sampel jenuh terhadap 312 rekam medis. Hasil:SWIFT score adalah model yang valid untuk memprediksi unplanned ICU readmission. Hasil analisa univariat didapatkan rata-rata SWIFT score di salah satu ICU rumah sakit swasta Bandung dalam satu tahun adalah 17,84 dan dihasilkan data lebih dari setengahnya responden (52,25%) penerimaan pasien ICU berasal dari ruangan, kurang dari setengahnya responden (49,1%) mempunyai LOS 2-10hari, hampir seluruhnya responden (91,6%) rasio PaO2/FiO2 berada pada nilai <400 dan ≥150, data kurang dari setengahnya responden (41,1%) memiliki GCS 11-14, lebih dari setengah responden (57,1%) memiliki PaCO2 <45mmHg. Kesimpulan: Rata rata SWIFT score dalam satu tahun pada November 2018-Oktober 2019 yaitu17,84. Peneliti menyarankan SWIFT score bisa digunakan untuk memperbaiki Standar Prosedur Operasional dalam proses pemindahan pasien dari ICU ke rawat inap, jika total skor ≥15 maka re-evaluasi kondisi pasien dan informasikan kepada penanggungjawab ICU untuk tindak lanjut, sedangkan SWIFT score < 15 pasien layak untuk pindah ke ruang rawat inap.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jkki

Publisher

Subject

Description

Jurnal ini diterbitkan oleh Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (HIPERCCI) dan bertujuan menjadi wadah ilmiah bagi peneliti, akademisi, praktisi, serta mahasiswa keperawatan untuk menyebarluaskan hasil pemikiran dan penelitian yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kritis di ...