Ilustrasi Kasus: Klien laki-laki (AA, 70 tahun) denganSTEMI Anterior Ekstensif menunjukan komplikasi rupturseptum ventrikel (VSR) setelah serangan jantung pertama.Sebelumnya, klien masuk rumah sakit tipe C dengan nyeridada aktual yang menjalar ke punggung. Klien diberikanobat reperfusi di sana sebelum dipindahkan ke rumah sakitkami. Setelah PCI, Ners memberikan bantuan terapeutikselama periode takiaritmia dengan evaluasi EKG yangdikenal “tombstoning”. Sayangnya, klien meninggalkarena syok kardiogenik pada hari ke-6 setelah mengalamiserangan jantung kedua. Pembahasan: Klien AA dilakukanstabilisasi hemodinamik pasca AMI diikuti VSR yangdicurigai sebagai penyebab perburukan klinis setelahserangan jantung pada hari ke-2 dan dikonfirmasi denganpemeriksaan ekokardiografi segera. Kesimpulan: Penulistidak hanya memperdebatkan terapi definitif untuk AMIanterior dan VSR, namun memperdalam pemahamanperan keperawatan dalam penatalaksanaan pasca PCI.Artikel ini diharapkan dapat meningkatkan sensitivitasdalam berkolaborasi untuk mendiagnosis dan merawatpasien dengan cepat guna mengoptimalkan hasil akhirpasien.
Copyrights © 2025