Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi olehtingginya unplanned ICU readmmision di salah saturumah sakit swasta Bandung. DatadirumahsakitswastaBandungselama1tahun 13,27% lebihtinggidaristandarinternasional 4 -6%. Makadiperlukanalat ukur SWIFTScoreuntukmemprediksi unplannedICUreadmmision. SWIFT scoremerupakanmodelvaliduntukmemprediksiunplannedICUreadmission. Tujuan: Mengetahui berapaSWIFT score di ICU rumah sakit swasta Bandung.Metode: Kuantitatif, desain deskriptif dan pendekatanretrospektif. Instrumen berupa daftar tilik dengan berdasarpada variabel SWIFT score dari Gajic, 2008. Sampelpenelitian menggunakan teknik sampel jenuh terhadap 312rekam medis. Hasil:SWIFT score adalah model yang validuntuk memprediksi unplanned ICU readmission. Hasilanalisa univariat didapatkan rata-rata SWIFT score disalah satu ICU rumah sakit swasta Bandung dalam satutahun adalah 17,84 dan dihasilkan data lebih darisetengahnya responden (52,25%) penerimaan pasien ICUberasal dari ruangan, kurang dari setengahnya responden(49,1%) mempunyai LOS 2-10hari, hampir seluruhnyaresponden (91,6%) rasio PaO2/FiO2 berada pada nilai<400 dan ≥150, data kurang dari setengahnya responden(41,1%) memiliki GCS 11-14, lebih dari setengahresponden (57,1%) memiliki PaCO2 <45mmHg.Kesimpulan: Rata rata SWIFT score dalam satu tahun pada November 2018-Oktober 2019 yaitu17,84. Penelitimenyarankan SWIFT score bisa digunakan untukmemperbaiki Standar Prosedur Operasional dalam prosespemindahan pasien dari ICU ke rawat inap, jika total skor≥15 maka re-evaluasi kondisi pasien dan informasikankepada penanggungjawab ICU untuk tindak lanjut,sedangkan SWIFT score < 15 pasien layak untuk pindah keruang rawat inap.
Copyrights © 2025