Ibu rumah tangga memainkan peran penting dalam organisasi Gerakan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Namun, rendahnya tingkat literasi keuangan dan terbatasnya kemampuan kewirausahaan digital tetap menjadi tantangan signifikan dalam mencapai kemandirian finansial yang berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota PKK Cendana di RT 015 RW 017 Jatimulya, Bekasi dalam mengelola keuangan rumah tangga dan mengembangkan usaha rumahan berbasis digital. Pendekatan partisipatif dan pembangunan kapasitas digunakan, yang terdiri dari tiga tahap utama: (1) penyadaran dan sosialisasi tentang literasi keuangan dan kewirausahaan, (2) pelatihan praktis tentang penganggaran rumah tangga, identifikasi peluang bisnis, dan pemasaran digital, dan (3) pendampingan berkelanjutan untuk memastikan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian pra dan pasca kegiatan, dan umpan balik peserta. Hasil menunjukkan peningkatan yang terukur dalam pemahaman peserta tentang perencanaan keuangan, termasuk alokasi pendapatan, pencatatan pengeluaran, dan strategi tabungan. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan untuk mengidentifikasi peluang bisnis lokal dan memanfaatkan platform digital, seperti media sosial, untuk promosi produk dan perluasan pasar. Fase pendampingan lebih lanjut mendukung peserta dalam menerapkan keterampilan ini dalam konteks kehidupan nyata. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat dengan memperkuat peran anggota PKK sebagai agen pembangunan ekonomi lokal. Program ini juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan literasi keuangan dan kewirausahaan digital untuk mendorong ketahanan keuangan rumah tangga yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026