Program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Banggai dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Program ini ditujukan untuk mendorong masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, agar mampu mengoptimalkan pekarangannya untuk kegiatan produktif seperti budidaya ayam pedaging dan tanaman hortikultura. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 8 orang, terdiri dari Kepala Desa, Ketua BPD, Kasi Kesejahteraan, Kepala Dusun, serta masyarakat penerima program. Teknik pengambilan informan menggunakan Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap: reduksi data (reduction), penyajian data (display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program SJSP di Desa Tohitisari secara umum telah berjalan dengan baik. Hal ini ditandai dengan meningkatnya keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan, adanya tambahan penghasilan rumah tangga, serta tumbuhnya rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri masyarakat. Penerapan teori ACTORS menunjukkan bahwa unsur authority, confidence and competence, trust, opportunities, responsibilities, dan support telah sebagian besar terwujud. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, sarana produksi, dan pemasaran hasil ternak yang belum optimal. Kurangnya pendampingan teknis dan koordinasi antar lembaga juga menjadi faktor penghambat keberlanjutan program. Meskipun demikian, program SJSP berpotensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan apabila didukung oleh pelatihan berkelanjutan, penguatan kelembagaan, serta dukungan penuh dari pemerintah desa dan daerah.
Copyrights © 2025