Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 4 elemen utama dalam konsep cinta yang digagas oleh Erich Fromm dapat dilihat dalam karya sastra klasik Nusantara dalam hal ini Serat Wulang Reh Putri. Latar belakang kajian ini didasari oleh meningkatnya angka perceraian di Indonesia yang mencerminkan krisis pemahaman terhadap hakikat cinta dan komitmen dalam kehidupan berumah tangga. Dalam situasi tersebut, Serat Wulang Reh Putri menjadi penting karena memuat ajaran moral, spiritual, serta etika keluarga yang menggambarkan kearifan budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik untuk menafsirkan makna ajaran-ajaran pernikahan dalam teks dan menghubungkannya dengan empat unsur cinta menurut Fromm, yakni care (perhatian), responsibility (tanggung jawab), respect (rasa hormat), dan knowledge (pengetahuan). Hasil kajian memperlihatkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Serat Wulang Reh Putri sejalan dengan gagasan cinta Fromm yang menekankan kesadaran, empati, tanggung jawab etis, dan kedewasaan spiritual dalam hubungan suami istri. Oleh karena itu, ajaran dalam karya ini tidak hanya berfungsi sebagai tuntunan moral tradisional, melainkan juga memiliki makna filosofis dan humanistik yang relevan bagi masyarakat modern dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih, dan berlandaskan cinta yang sadar serta bertanggung jawab. Kata Kunci: Erich Fromm; Filsafat Cinta; Hermeneutika; Serat Wulang Reh Putri
Copyrights © 2026