Perubahan desain pada Gedung Perkantoran di Kabupaten Minahasa Tenggara mengakibatkan peningkatan beban struktur yang harus dipikul oleh fondasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya dukung dan penurunan fondasi dangkal akibat perubahan desain tersebut. Data tanah yang digunakan berupa data sekunder hasil uji Cone Penetration Test (CPT) yang diperoleh dari Dinas PUPR Kabupaten Minahasa Tenggara. Analisis daya dukung dilakukan dengan pendekatan teoritis menggunakan metode Meyerhof (1963), Vesic (1973, 1975), dan Hansen (1970). Hasil perhitungan menunjukkan daya dukung ultimit masing-masing sebesar 1452,38 kN, 1558,12 kN, dan 1450,32 kN. Beban izin yang diperoleh lebih besar dibandingkan beban struktur, yaitu 1089,28 kN > 1028,94 kN (Meyerhof), 1168,59 kN > 1028,94 kN (Vesic), dan 1085,88 kN > 1028,94 kN (Hansen). Analisis penurunan fondasi menggunakan perangkat lunak Settle3D menunjukkan bahwa setelah dimensi fondasi diperbesar, penurunan maksimum mencapai 115,93 mm. Beberapa fondasi masih mengalami penurunan diferensial melebihi batas L/300, sehingga kondisi ini belum memenuhi kriteria keamanan. Sebagai alternatif perkuatan, direkomendasikan penggunaan mini pile tiang kelompok untuk mengurangi risiko penurunan diferensial dengan meneruskan beban ke lapisan tanah keras. Hasil analisis menunjukkan penurunan maksimum pada mini pile dengan panjang 3,7 m, 2,9 m, dan 2,5 m masing-masing sebesar 16,22 mm, 15,55 mm, dan 14,2 mm. Kata kunci: daya dukung, fondasi dangkal, mini pile, penurunan diferensial, CPT
Copyrights © 2026