Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan suku bunga terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indikator utama yang mencerminkan kondisi pasar modal Indonesia, sehingga pergerakannya dikaitkan dengan perubahan variabel makroekonomi. Namun, dinamika pasar modal pada periode penelitian yang dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 dan ketidakpastian global memungkinkan terjadinya perbedaan hasil penelitian dibandingkan periode sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data tahunan nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, suku bunga, dan IHSG yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah memiliki nilai thitung < ttabel atau (1,789 < 25,452) dengan nilai signifikansi 0,172 > 0,05, tingkat inflasi memiliki nilai thitung < ttabel atau (1,098 < 25,452) dengan nilai signifikansi 0,352 > 0,05, dan suku bunga memiliki nilai thitung < ttabel atau (1,149 < 25,452) dengan nilai signifikansi 0,334 > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara parsial nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Selanjutnya, hasil uji f menunjukkan nilai fhitung < ftabel atau (0,750 < 215,707) dengan nilai signifikansi 0,668 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Nilai Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,692 menunjukkan bahwa model regresi memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi IHSG, sehingga sebagian besar pergerkan IHSG dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.
Copyrights © 2026