Pencemaran logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan merkuri (Hg) dari limbah industri tekstil, pertambangan, dan oleokimia menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan. Mikroalga berpotensi besar sebagai biosorben alami untuk bioremediasi, namun efisiensinya terbatas akibat rendahnya jumlah gugus aktif pada dinding sel. Kajian ini meninjau potensi mikroalga termodifikasi melalui studi pustaka dari berbagai penelitian nasional dan internasional. Modifikasi kimia seperti aktivasi asam, basa, dan esterifikasi terbukti meningkatkan densitas gugus fungsional (karboksil, hidroksil, amina, dan sulfat), sehingga memperkuat interaksi dengan ion logam. Chlorella vulgaris menunjukkan efisiensi penyerapan Pb(II) lebih dari 90% pada pH netral, sedangkan Spirulina platensis hasil esterifikasi mampu meningkatkan kapasitas adsorpsi Cr(VI) hingga 40%. Teknik imobilisasi dan komposit magnetik juga terbukti memperpanjang umur pakai biosorben hingga lima siklus regenerasi tanpa penurunan signifikan. Meskipun masih menghadapi tantangan teknis dan ekonomis, hasil studi menunjukkan bahwa mikroalga termodifikasi berpotensi sebagai solusi bioremediasi yang efisien, murah, dan berkelanjutan untuk pengelolaan limbah logam berat di Indonesia.
Copyrights © 2025