Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang pesat sehingga membutuhkan asupan gizi seimbang. Status gizi remaja putri menunjukkan angka anemia yang masih signifikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengetahui status gizi remaja putri usia 10–17 tahun di wilayah Desa Bontoparang melalui pengukuran antropometri dan memberikan edukasi sederhana dan rekomendasi gizi yang sesuai. Sebanyak 30 rematri menjadi peserta kegiatan dengan karakteristik mayoritas berada pada kelompok umur 13–15 tahun (40,0%), telah tamat SD/MI (53,3%), dan sebagian besar telah mengalami menstruasi (66,7%). Pengukuran dilakukan melalui identifikasi status gizi, termasuk tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh, untuk menilai pertumbuhan fisik dan kecukupan nutrisi, serta pengukuran lingkar lengan atas dan lingkar perut. Hasil pengukuran menunjukkan variasi status gizi yang mencerminkan kebutuhan intervensi gizi, terutama pada remaja yang belum memasuki masa pubertas atau memiliki asupan gizi kurang. Kegiatan diakhiri dengan edukasi singkat mengenai gizi seimbang secara langsung kepada remaja putri dan orang tua/wali (keluarga), menekankan pentingnya asupan protein, zat besi, dan mikronutrien selama masa pertumbuhan. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran gizi dan mendorong pola hidup sehat bagi remaja usia 10–17 tahun, khususnya remaja putri
Copyrights © 2026