Perkembangan media sosial telah membawa transformasi dalam praktik komunikasi politik, termasuk pada level lokal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran TikTok sebagai media kampanye politik, penyampaian kritik, dan partisipasi masyarakat dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Pemalang, melalui studi kasus akun TikTok @garis_revolusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi, serta menerapkan model komunikasi Harold Lasswell sebagai kerangka analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konten-konten yang diunggah oleh akun tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat kampanye visual yang efektif, tetapi juga menjadi media kritik sosial terhadap isu-isu lokal, seperti dugaan praktik politik uang dan persoalan tata kelola daerah. Selain itu, ditemukan bahwa keterlibatan masyarakat dalam bentuk interaksi digital seperti komentar, dukungan, dan diskusi publik mencerminkan pergeseran pola partisipasi politik ke ranah digital. Akun ini juga menarik perhatian karena meskipun sering berganti nama, tetap mempertahankan identitas naratifnya sebagai “Revolusi Vicky Prasetyo.” Temuan ini menegaskan bahwa TikTok memiliki potensi signifikan sebagai ruang demokratis baru di tingkat lokal, yang mampu menjembatani komunikasi antara aktor politik dan warga secara lebih dinamis dan partisipatif.
Copyrights © 2026