Biomassa terus dikembangkan sebagai sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Serbuk kayu karet merupakan limbah lignoselulosa yang berpotensi dijadikan biopelet tanpa perekat karena kandungan lignin yang berfungsi sebagai pengikat alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh temperatur operasi terhadap karakteristik biopelet yang dihasilkan melalui proses densifikasi menggunakan pelletizer tipe screw conveyor. Bahan baku dikeringkan dan diayak hingga ukuran 60 mesh, kemudian diproses pada variasi temperatur 310°C, 330°C, 350°C, 370°C, dan 390°C. Karakteristik biopelet diuji berdasarkan kadar air, kadar abu, zat terbang, dan karbon tetap (fixed carbon). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan temperatur operasi mempengaruhi sifat biopelet, ditandai dengan penurunan kadar air, abu, dan zat terbang, serta peningkatan fixed carbon hingga kondisi optimum. Temperatur 350°C menghasilkan biopelet terbaik dengan kadar air 8,33%, abu 1,53%, zat terbang 8,04%, dan fixed carbon 82,10%. Dengan demikian, suhu operasi berperan penting dalam menentukan kualitas biopelet.
Copyrights © 2026