Perbankan di kawasan ASEAN menghadapi dinamika lingkungan yang semakin kompleks akibat ketidakpastian ekonomi global, perbedaan kerangka regulasi antarnegara, perkembangan teknologi, serta perubahan struktur risiko pascakrisis dan pandemi Covid-19. Dalam konteks tersebut, konsistensi pengambilan keputusan manajerial menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional dan stabilitas perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategic risk orientation terhadap decision-making consistency bank komersial di kawasan ASEAN, dengan mengendalikan ukuran bank dan profit margin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data panel sekunder dari 151 bank komersial yang terdaftar di BANKFOCUS selama periode 2020–2024. Strategic risk orientation diukur menggunakan indeks komposit yang merepresentasikan preferensi risiko strategis bank, sedangkan decision making consistency diproksikan melalui volatilitas ROE, NIM, dan efisiensi operasional. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model random effects dan robust standard errors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategic risk orientation berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsistensi pengambilan keputusan manajerial bank. Ukuran bank berpengaruh negatif signifikan terhadap konsistensi keputusan, sedangkan profit margin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa orientasi risiko strategis merupakan fondasi penting dalam membentuk pola pengambilan keputusan yang stabil dan berkelanjutan di sektor perbankan ASEAN. Penelitian ini berkontribusi dengan mengalihkan fokus analisis dari hasil kinerja keuangan menuju proses strategis pengambilan keputusan dalam konteks manajemen risiko perbankan lintas negara.
Copyrights © 2026