Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan kosakata emosi dalam Bahasa Makassar dan Bahasa Indonesia serta mengungkap pengaruh konteks budaya terhadap penggunaan dan pemaknaan emosi pada kedua bahasa tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis kontrastif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur terhadap 10 penutur asli Bahasa Makassar, dan studi kepustakaan menggunakan kamus Bahasa Makassar serta Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan semantik dan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bahasa memiliki kesepadanan pada konsep emosi dasar, seperti bahagia, marah, takut, sedih, dan rindu. Namun, Bahasa Makassar memiliki variasi kosakata emosi yang lebih rinci dan kontekstual dibandingkan Bahasa Indonesia. Perbedaan tersebut tampak pada penggunaan leksem berdasarkan intensitas emosi, hubungan sosial, dan situasi komunikasi. Selain itu, beberapa kosakata emosi dalam Bahasa Makassar mengandung makna sosial dan budaya yang tidak sepenuhnya memiliki padanan dalam Bahasa Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya, relasi sosial, dan cara masyarakat memahami pengalaman emosional. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian semantik, sosiolinguistik, dan linguistik budaya, khususnya yang berkaitan dengan emosi dan bahasa daerah.
Copyrights © 2024