Infrastruktur jaringan yang tidak terstruktur (flat network) pada institusi pendidikan sering kali menyebabkan penurunan performa akibat broadcast storm serta tingginya risiko keamanan data. Penelitian ini bertujuan merancang topologi jaringan sekolah yang optimal dengan mengintegrasikan teknologi Virtual Local Area Network (VLAN), Firewall, dan Virtual Private Network (VPN) menggunakan simulator Cisco Packet Tracer. Metodologi yang diterapkan adalah Systems Engineering yang mengacu pada siklus hidup PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize). Hasil pengujian simulasi menunjukkan bahwa implementasi VLAN berhasil mengelompokkan jaringan menjadi lima segmen logis (Guru, Kelas, Lab, Tamu, Server), yang secara signifikan meningkatkan efisiensi lalu lintas data. Konfigurasi keamanan melalui Firewall dengan Access Control List (ACL) terbukti efektif dalam memblokir akses ilegal dari segmen Tamu ke server internal dan membatasi akses siswa hanya pada layanan pendidikan. Selanjutnya, simulasi VPN Home Branch berhasil menyediakan jalur akses jarak jauh yang aman bagi staf pengajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain arsitektur yang diusulkan mampu menjawab tantangan keamanan dan fleksibilitas akses, menjadikannya solusi infrastruktur yang handal untuk lingkungan pendidikan modern.
Copyrights © 2026